Cara Budidaya Ikan Koi Mudah Terbaru 2017

Saturday, October 29th, 2016 - BUDIDAYA IKAN, IKAN, IKAN HIAS
Cara Budidaya Ikan Koi

Cara Budidaya Ikan Koi

duniaikan.com – Cara Budidaya Ikan Koi, Ikan Koi adalah salah satu jenis ikan Hias yang di gemari oleh banyak kalangan para pecinta ikan hias. Ikan Koi sendiri masih satu keluarga dengan ikan mas dengan memiliki nama latin Cyprinus caprio. Ikan hias ini merupakan hasil dari sebuah persilangan antara berbagai jenis ikan mas dan pertama kali di populerkan di Jepang.

Ikan Koi mulai populer di Indonesia sekitar pada tahun 1960-an. Pada saat itu, Presiden Soekarno pernah di hadiahi ikan Koi oleh pemimpin negeri China saat berkunjung di Indonesia, lalu Presiden pun langsung memberikan ikan tersebut kepada komoditi pembudidaya yang berada di Batu, Jawa Timur. Presiden sangat suka dengan ikan ini, untuk itu beliau ingin ikan hias ini bisa dikembangbiakan dan menjadi cikal bakal ikan Koi Lokal nantinya.

Meskipun ikan Koi lokal belum terlalu populer dibandingkan ikan Koi asal Jepang, namun hingga saat ini usaha budidaya ikan Koi di tanah air terus mengalami perkembangan yang cukup pesat. Salah satu kota yang terkenal sebagai penghasil ikan Koi lokal yaitu berada di daerah Blitar, Jawa Timur. Seiring berjalannya waktu, perkembangan dan kualitas dari ikan Koi lokal terus mengalami peningkatan dan pangsa pasarnya pun semakin luas dengan meningkatnya permintaan pasar terhadap ikan Koi lkal.

Cara budidaya ikan Koi memang terbilang cukup mudah dilakukan, karena langkah-langkah dalam membudidayakan ikan Koi hampir sama dengan ikan mas pada umumnya. Namun sayangnya, untuk mendapatkan bibit ikan Koi cukup sulit dan bahkan tidak sedikit para peternak atau pembudidaya yang sudah sukses langsung mendatangkan bibit ikan Koi berkualitas langsung dari Jepang.

Bagi anda yang tertarik untuk mencoba budiaya ikan Koi, kali ini Duniaikan.com akan membagikan tips dan cara budidaya ikan Koi secara lengkap.

Cara Budidaya Ikan Koi Bagi Pemula

Berikut ini beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam menjalankan usaha budidaya Ikan Koi, antara lain meliputi :

1. Pemilihan Indukan Ikan Koi Berkualitas

Pemilihan Indukan Ikan Koi Berkualitas

Pemilihan Indukan Ikan Koi Berkualitas

Di dalam usaha budidaya ikan Koi, pemilihan calon indukan memang menjadi peranan penting yang harus diperhatikan agar bisa berjalan dengan baik dan maksimal. Indukai yang bagus dan memenuhi syarat tentunya secara genetis dapat menghasilkan anakan atau keturunan ikan Koi yang berkualitas. Untuk mendapatkan ikan Koi yang berkualitas bagus memang cukup sulit bagi kita yang memiliki modal terbatas, indukan ikan Koi berkualitas biasanya dapat kita temukan di tempat penangkaran atau para penggemar ikan Koi.

Baca juga:

Selain dilihat dari sisi keturunan dan juga sifat genetisnya, indukan Koi yang berkualitas juga dapat dikenali dengan memiliki ciri-ciri seperti berikut ini :

  • Pastikan umur ikan Koi yang akan dijadikan calon indukan sudah matang dan umurnya lebih dari 2 tahun.
  • Pilih indukan ikan Koi yang jenisnya sama, misalnya jenis ikan Koi Kohaku di kawinkan dengan Kohaku juga.
  • Memiliki postur tubuh yang ideal, jika dilihat dari atas mirip seperti torpedo
  • Pergerakan saat berenang lebih tenang dan seimbang’
  • Memiliki warna kulit yang cerah dan kontras
  • Sehat, lincah dan tidak sering berdiam diri di dasar kolam
  • Pilih indukan yang sudah matang godad, baik indukan jantan maupun betinanya.

2. Pemeliharaan Indukan Ikan Koi

Pemeliharaan Indukan Ikan Koi

Pemeliharaan Indukan Ikan Koi

Setelah mendapatkan calon indukan sesuai dengan kriteria diatas, maka sebaiknya indukan di pelihara pada kolam khusus. Kolam yang baik untuk pemeliharaan indukan sebaiknya memiliki kedalaman minimal 150 cm, lebih dalam akan lebih baik. selain itu, tingkat kepadatannya juga harus diperhatikan, jika kolam berukuran 4×5 meter dapat di isi maksimal sebanyak 20 ekor indukan Koi betina atau 40 ekor indukan Koi jantan.

Indukan Koi jantan dan betina harus di pelihara secara terpisah, ini bertujuan agar pada saat dilakukan proses pemijahan indukan tidak perlu lagi dilakukan pemberokan. Tehnik pemeliharaan indukan pada kolam pemeliharaan pada dasarnya sama saja dengan tehnik pada kolam pembesaran.

Pada saat dilakukan pemeliharaan, indukan dapat dierbi pakan berupa pelet berukuran sekitar 8 cm. indukan yang sudah berumur 2 tahun lebih biasanya berukuran diatas 60 cm, jumlah pakan yang dibutuhkan yaitu sekitar 3-5% per hari dengan jadwal pemberian pakan sekitar 3-4 kali sehari.

3. Cara Pemijahan Ikan Koi

Cara Pemijahan Ikan Koi

Cara Pemijahan Ikan KoiCara Pemijahan Ikan Koi

Berikut ini beberapa hal penting yang haruis diperhatikan dalam melakukan tehnik pemijahan, yaitu :

  • Kolam Pemijahan

Saat menjalani tahap pemijahan, sebaiknya pemijahan dilakukan pada kolam tembok yang diplester pada permukaannya. Hal ini bertujuan untuk menjaga sisik ikan Koi dari kerusakan jika terjadi pergesekan saat pemijahan. Idealnya, kolam pemijahan minimal berukuran 3×6 meter dengan tingkat kedalaman kolam minimal 60 meter dengan ketinggian air sekitar 40 cm.

Pastikan kolam pemijahan memiliki sirkulasi air yang baik dan lancar, pada setiap saluran masuk dan buang diberi saringan yang halus. Hal ini bertujuan untuk mencegah masuknya hama atau hewan penganggu masuk ke dalam kolam, saringan tersebut juga berfungsi untuk mencegah telur dan larva hasil dari prosespemijahan tidak terbawa hanyut.

Setelah selesai membuat kolam, sebaiknya kolam dikeringkan terlebih dahulu selama beberapa hari untuk menghilangkan sumber panyakit. Setelah itu, genangi kolam dengan menggunakan air yang telah di endapkan selama 24 jam. Selanjutnya sediakan injuk atau tumbuhan air seperti eceng gondol untuk dijadikan media bertelur bagi indukan, gunakan juga aerator untuk menjaga ketersediaan oksigen di dalam kolam.

  • Proses Pemijahan

Setelah kolam siap, masukan terlebih dahulu indukan ikan Koi betina, setelah berselang 2-3 jam lepaskan indukan jantan. Proses pemijahan ini biasanya berlangsung pada malam hari, untuk meminimalisir kegagalan proses pemijahan masukan 3-5 ekor indukan jantan, sehingga telur-telur bisa dibuahi dengan baik.

Setelah proses pemijahan berhasil, maka segera angkat dan pindahkan semua indukan dan lepaskan pada kolam pemeliharaan. Sedangkan untuk telur-telurnya dibiarkan pada kolam pemijahan sampai telur-telur tersebut menetas.

  • Penetasan

Telur-telur yang dihasilkan dari proses pemijahan akan menetas dalam waktu 48 jam, namun pastikan suhu air di dalam kolam dalam keadaan normal yaitu sekitar 27-30°C. Jika suhu air di dalam kolam terlalu dingin, sebaiknya telur-telur tersebut dipindahkan ke dalam akuarium untuk ditetaskan. Setelah semua telur menetas dan berubah menjadi larva, segera pindahkan pada akuarium yang baru agar lebih bersih. Larva ikan Koi yang telah menetas tidak perlu diberi makan selama 3-5 hari, karena di dalam tubuhnya sudah terdapat cadangan makanan yang berupa kuning telur.

Setelah itu, larva harus di beri makan secara rutin dan teratur setiap hari. Jenis pakan yang baik untuk larva ikan Koi berumur 5 yaitu berupa kutu air. Pemberian kutu air ini sebaniknya dilakukan pemnyaringan dulu sampai ukuran tubuh larva mencapai 1 cm. Jika umur dan ukurannya sudah lebih besar, maka dapat dilanjutkan dengan pemberian kutu air tanpa disaring dan juga cacing sutera. Pemberian jenis pakan tersebut dilakukan sampai larva berumur 3 minggu dan menjadi benih, lalu benih dipindahkan pada kolam pendederan.

4. Pendederan Ikan Koi

Pendederan Ikan Koi

Pendederan Ikan Koi

Setelah larva berumur 3 minggu, saatnya dipindahkan pada kolam pendederan. Kolam pendederan ini digunakan untuk memelihara benih ikan Koi sampai berumur 3 bulan atau berukuran sekitar 15 cm. kolam pendederan ini idealnya berukuran 3×4 meter berkedalaman sekitar 40 cm, ukuran kolam tersebut mampu menampung hingga 300 ekor benih ikan Koi dan jenis pakan yang diberikan berupa pelet berukuran kecil.

Pemeliharaan pada kolam pendederan ini dapat berlangsung hingga anakan ikan Koi berukura 3 bulan. Setelah berumur 3 bulan, pemberian pekan diganti dengan pelet yang lebih besar dan pemberian pakan dilakukan 2-3 kali sehari dengan jumlah 3-5% dari bobot tubuhnya hingga ikan siap jual/panen. Setelah anakan berumur 3 bulan, maka dapat dipindahkan pada kolam pembesaran hingga siap panen.

5. Panen Ikan Koi

Panen Ikan Koi

Panen Ikan Koi

Ikan Koi yang sudah siap panen dapat di sesuaikan dengan permintaan pasar, minimal pada usia sekitar 5 bulan.

Bagaimana, cukup mudah bukan?

Demikianlah panduan cara mudah budidaya ikan Koi yang dapat kami sampaikan, semoga pembahasan kami diatas mudah di pahami terutama bagi anda yang masih pemula. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa 😀

Incoming search terms:

  • ikan koi
  • ikan koi jepang
  • harga bibit ikan koi 2017
  • harga ikan koi blitar 2017
  • ikan koi 2017
  • cara budidaya ikan koi
  • cara pemesanan ikan koi
  • jenis ikan koi blitar
  • budaya intensif ikan nila koi 2017
  • bisnis ikan koi 2017
/* */