Tips Cara Budidaya Ikan Nila Agar Cepat Terbaru 2017

Thursday, October 27th, 2016 - BUDIDAYA IKAN, IKAN
ikan-nila

ikan-nilaikan-nila

Cara Budidaya Ikan Nila cukup mudah, asalkan anda tahu langkah-langkah yang harus dilakukan dengan baik. Ikan nila pada dasarnya masih satu keluarga dengan jenis ikan mujair, karena kedua jenis ikan ini memiliki kesamaan dari sifatnya. Ikan nila sangat mudah di kembang biakan dan juga sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan barunya.

Pada habitat aslinya di alam bebas, ikan nila banyak ditemukan di daerah yang memiliki perairan air tawar seperti di sungai-sungai, waduk, danau dan juga rawa-rawa. Ikan nila dapat tumbuh dengan maksimal pada daerah yang memiliki suhu berkisar antara 25-30°C pada pH air sekitar 7-8.

Ikan nila adalah jenis hewan omnivora atau hewan pemakan segala, sehingga tidak terlalu sulit untuk mencari pakan untuk ikan ini. jenis pakan alami yang paling disukainya yaitu seperti plankton, tanaman air dan berbagai jenis hewan air berukuran kecil lainnya. Sedangkan untuk pakan buatan, ikan nila harus mengandung kadar protein sekitar 25-30% dan biaya pakan yang dibutuhkan ikan nila relatif lebih murah dibandingkan dengan ikan mas dan ikan lele yang tingkat konsumsinya lebih tinggi dengan kadar protein berkisar antara 30-45%.

Ikan nila ini merupakan jenis ikan yang sangat disukai banyak kalangan masyarakat, sehingga kebutuhan ikan nila di masyarakat terus meningkat setiap tahunnya. Dengan demikian, usaha budidaya ikan nila ini sangat potensial untuk di jalankan. Maka, bagi anda yang sedang mencari peluang usaha yang menjanjikan di dunia perikanan, budidaya ikan nila dana menjadi pilihan tepat untuk dijalankan.

Nah, bagi anda yang tertarik untuk mencoba bisnis budidaya ikan nila, kami telah siapkan panduan lengkapnya untuk anda di bawah berikut ini.

Cara Cepat Budidaya Ikan Nila

Cara Budidaya Ikan Nila

Cara Budidaya Ikan Nila

Sebelum anda memulai menjalankan bisnis budidaya ikan nila ini, ada beberapa faktor penting yang harus di perhatikan yaitu mulai dari pemilihan benih yang baik, persiapan pembuatan kolam, pemberian pakan dan juga pemeliharaan ikan nila yang baik.

  1. Pemilihan Benih Ikan Nila
Pemilihan Benih Ikan Nila

Pemilihan Benih Ikan Nila

Pemilihan benih ikan yang baik tentunya dapat mempengaruhi keberhasilan dari bisnis budidaya ini. Untuk mencapai hasil yang maksimal, sebaiknya benih ikan nila yang digunakan berjenis kelamin jantan, karena ikan nila jantan memiliki pertumbuhan yang sangat cepat dengan perbandingan 40% lebih cepat dibandingkan dengan betina. Berbeda dengan budidaya ikan nila yang dilakukan secara campuran, karena ikan nila lebih mudah sekali memijah dan menyebabkan energi ikan akan banyak terkuras untuk melakukan pemijahan dan akhirnya pertumbuhan ikan akan menjadi lambat.

  1. Persiapan Kolam Ikan Nila
Persiapan Kolam Ikan Nilaa

Persiapan Kolam Ikan Nila

Dalam melakukan budidaya ikan nila dapat dilakukan pada jenis kolam apa saja, baik dengan menggunakan kolam tanah, kolam tembok, kolam terpal maupun dengan kolam jaring apung. Satu dari sekian banyak jenis kolam yang dapat digunakan, kolam tanah memang yang paling banyak digunakan. Hal ini dikarenakan, jenis kolam tanah lebih mudah dibuat dan juga biaya pembuatan kolam relatif lebih murah dibandingkan dengan jenis kolam lainnya. Kelebihan lain dari kolam tanah yaitu dapat menghasilkan pakan alami seperti tumbuhan air dan juga hewan air sebagai pakan alami ikan nila nantinya. Dengan demikian, biaya pembelian pakan bisa sedikit ditekan dan tentunya dapat menguntungkan para petani.

Berikut langkah-langkah yang harus di persiapkan untuk memulai budidaya ikan nila pada kolam tanah, yaitu :

  • Pembuatan kolam dapat disesuaikan dengan luas lahan yang tersedia. Setelah kolam dibuat, keringkan kolam dengan menjemur selama 3-7 hari tergantung dari kondisi cuaca dengan patokan dasar kolam sudah retak-retak tapi jangan sampai membatu. Jika menggunakan kolam bekas, maka kolam tinggal di keringkan saja.
  • Bajak permukaan dasar kolam dengan kedalaman sekitar 10 cm dan bersihkan sampah dan batu-batu kecil yang terdapat pada kolam. Jangan lupa bersihkan juga lumpur berwarna hitam yang memiliki aroma busuk, karena jika dibiarkan akan menjadi racun. Biasanya lumpur hitam ini terdapat pada kolam bekas yang disebabkan dari tumpukan sisa pakan yang tidak habis.
  • Pada kolam bekas tingkat keasaman air sangat tinggi dan memiliki pH rendah kurang dari 6, sedangkan pH normalnya antara 7-8. Untuk menetralkan pH dapat dilakukan proses pengapuran dengan menebarkan dolomit atau kapur untuk pertanian. Pemakaian kapur juga harus disesuaikan dengan tingkat keasaman tanah pada kolam yang akan digunakan. Jika pH tanah 6, maka dosis yang diberikan yaitu sekitar 500 kg/hektar. Lebih dan kurangnya tingal dilakukan pembagian saja. Proses pengapuran dapat dilakukan dengan cara mengaduk kapur secara merata, lalu lakukan pengapuran pada permukaan tanah. Agar kapur meresap kedalam tanah, biarkan dulu selama2-3 hari.
  • Langkah selanjutnya yaitu pemupukan. Pupuk yang digunakan yaitu pupuk organik sebagai pupuk dasar, anda bisa menggunakan pupuk kompos atau pupuk kandang. Hal ini bertujuan untuk mengembalikan tingkat kesuburan tanah pada kolam. Dosis pupuk yang diberikan yaitu 1-2 ton/hektar, caranya yaitu dengan menebarkan pupuk secara merata pada dasar kolam dan biarkan selama 1-2 minggu. Selanjutnya tebarkan pupuk kimia seperti urea sebanayak 50-70 kg/ hektar, diamkan lagi selama 2 hari. Hal ini bertujuan untuk memberikan nutrisi untuk tumbuhan dan hewan renik yang terdapat di sekitar lingkungan kolam. Nantinya, tumbuhan dan hewan renik tersebut bisa dimanfaatkan untuk pakan alami ikan nila.
  • Terakhir, genangi kolam dengan air. proses pengairan ini sebaiknya dilakukan secara bertahap, untuk pengairan awal kedalaman air sekitar 10-20 cm dan diamkan selama 2-3 hari agar dasar kolam terpapar sinar matahari secara langsung. Setelah itu, alirkan air hingga kedalaman 70-80 cm. kolam pun sudah siap digunakan.
  1. Penebaran Benih Ikan Nila
Penebaran Benih Ikan Nila

Penebaran Benih Ikan Nila

Setelah kolam terisi air dengan kedalaman 70-80 cm, benih ikan nila sudah siap ditebar. Padat tebar benih ikan yaitu sekitar 15-30 ekor/m². ukuran benih sebaiknya berukuran 10-20 gram per ekor dan nantinya akan dipanen setelah mencapai bobot minimal 300 gram/ekor.

Proses penebaran dilakukan secara bertahap dengan melalui tahapan adaptasi agar benih ikan terbiasa dengan habitat barunya. Caranya yaitu, siapkan ember yang berisi air kolam dan masukan ter;ebih dahulu benih pada ember tersebut. Setelah itu, diamkan selama 30 menit, lalu tebarkan dengan cara memasukan ember ke kolam dan memiringkan ember secara perlahan. Biarkan ikan-ikan keluar dengan sedirinya tanpa kita tumpahkan, ikan-ikan tidak perlu diberi makan selama 3 hari biarkan mereka makan pakan alami yang tersedia di dalam kolam.

  1. Pemeliharaan Ikan Nila
Pemeliharaan Ikan Nila

Pemeliharaan Ikan Nila

Setelah ikan selesai ditebar, maka anda tinggal melakukan pemeliharaan secara rutin setiap hari. Pemeliharaan dlam budidaya nila meliputi :

  • Pengelolaan air

Agar ikan nila memiliki pertumbuhan yang maksimal, sebaiknya selalu pantau kondisi dan kualitas air kolam. Parameter untuk menentukan kualitas air yaitu air harus memiliki kadar oksigen dan juga pH air yang cukup. Untuk menormalkan oksigen di dalam air kolam, anda bisa memperbaiki sirkulasi air dengan menigkatkan debit air kolam. Namun jika air sudah mengandung NH3 dan H2S dengan ditandai air keruh dan bau busuk, maka air kola harus segera diganti dengan cara membuang air kolam sebanyak 1/3 nya, lalu tambahkan air baru yang bersih hingga kembali pada batas normal.

  • Pemberian Pakan

Setelah 3 hari, ikan nila mulai dapat diberikan pakan secara rutin setiap hari. Pakan buatan yang dapat diberikan berupa pelet dengan kanduangan protein sekitar 20-30%. Umumnya ikan nila membutuhkan pakan sebanyak 3% dari total bobot tubuhnya, lakukan pemberian pakan 3 kali sehari. Setiap 2 minggu lakukan pengecekan pada bobot ikan nila dengan cara mengambil secara acak dan ambil ikan yang paling besar, lalu timbang dan sesuaikan pemberian pakan dengan bobot ikannya. Lakukan kembali pengecekan setiap 2 minggu sekali sampai tiba masa panen.

  1. Pemanenan Ikan Nila

 

Panen Ikan Nila

Panen Ikan Nila

Ikan nila sudah siap panen setelah bobotnya mencapai 300 – 500 gram/ekor, untuk mendapatkan bobot tersebut membutuhkan waktu budidaya selama 4-5 bulan.

Sekian panduan cara mudah budidaya ikan nila pada kolam tanah yang dapat kami sampaikan, semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi anda yang berencana untuk memulai usaha budidaya ikan.

Selamat mencoba dan semoga berhasil 😀

Incoming search terms:

  • tumpukan ikan nila
  • kolam nila terbaik
  • memperlakukan benih nila baru tebar
  • budidaya nila tampa pelet dikolam rawa com
  • budidaya nila dikolam tanah rawa
  • Budidaya ikan nila paling 2017
  • budidaya ikan nila dikolam rawa com
  • budidaya ikan nila di sungai
  • budidaya ikan nila 2017
  • Benih nila yang pas di tebar
/* */