Cara Budidaya Ikan Lele Agar Cepat Panen Terbaru 2017

Wednesday, October 12th, 2016 - BUDIDAYA IKAN, IKAN
Cara Budidaya Ikan Lele

Cara Budidaya Ikan Lele

Cara Budidaya Ikan Lele Paling Mudah, Ikan Lele, mendengar namanya saja kita semua pastinya sudah tahu bagaimana bentuk dan rupa dari ikan berkumis ini. Meski demikian, kami akan sedikit menjelaskan lebih spesifik apa itu ikan lele. Ikan Lele merupakan jenis ikan yang mampu bertahan hidup lebih lama di dalam kepadatan tinggi, ikan ini juga mampu merubah tingkat konversi pakan menjadi bobot tubuh yang lebih baik. Dengan memiliki sifat seperti ini, budidaya ikan lele ini tentunya akan sangat menguntungkan jika dilakukan secara intensif.

Berbicara mengenai budidaya atau beternak lele, jenis usaha ini terbagi menjadi dua segmen yaitu segmen pembenihan dan juga segmen pembesaran. Segmen pembenihan merupakan langkah budidayakan ikan yang bertujuan untuk menghasilkan bibit atau benih ikan lele, sedangkan segmen pembesaran yaitu langkah budidayakan ikan lele untuk menghasilkan ikan lele yang sudah siap konsumsi.

Cara Ternak Ikan Lele Usia 2 Bulan

Dari kedua segmen yang tadi kami jelaskan diatas, kali ini kami akan menjelaskan mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan dalam cara budidaya ikan lele pada segmen pembesaran. Bagi anda yang tertarik ingin belajar, ikuti langkah-langkahnya dibawah berikut ini.

Persiapan Kolam

Persiapan Kolam

Sumber: google.com

Terdapat beberapa tipe kolam ikan yang dapat dijadikan sebagai tempat untuk budidaya ikan lele, diantaranya yaitu tipe kolam tanah, kolam semen (tembok), kolam terpal, tipe jaring apung dan juga keramba. Setiap tipe kolam ikan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, untuk menentukan tipe kolam yang cocok dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan, ketersediaan air dan juga dana yang kita miliki.

Namun tipe kolam yang akan kami jelaskan kali ini yaitu tipe kolam tanah, tentunya tipe kolam tanah lebih mudah dan murah dalam persiapannya. Berikut ini merupakan beberapa tahapan yang harus dilakukan untuk mempersiapkan kolam tanah, yaitu :

Proses Pengeringan dan Pengolahan Tanah

proses-pengeringan-dan-pengolahan-tanah

Sumber: google.com

Sebelum mulai menebarkan benih ikan, kola tanah yang telah kita buat sebelumnya harus dikeringkan terlebih dulu selama 7 hari atau sesuai dari kondisi cuaca. Patokannya yaitu pastikan permukaan tanah telah terjadi retakan diseluruh permukaan kolam, itu menandakan jika kolam sudah cukup kering. Proses pengeringan kolam ini bertujuan untuk mematikan mikroorganisme jahat yang dapat memicu berbagai jenis penyakit.

Setelah kolam selesai dikeringkan, maka permukaan tanah harus dibalik atau dibajak menggunakan cangkul yang bertujuan untuk memperbaiki kegemburan tanah dan sekaligus membuang gas beracun di dalam tanah. Pada saat dilakukan proses pembajakan, sebaiknya lumpur hitam yang terdapat pada permukaan kolam diangkat dari kolam. Hal ini dikarenakan, lumpur tersebu biasanya berbau busuk dan menyimpan gas beracun seperti zat amonia dan juga zat hidrogen sulfida. Gas beracun tersebut terbentuk dari tumpukan sisa pakan yang mengendap di dasar kolam dan tidak termakan oleh ikan.

Proses Pengapuran dan Pemupukan

proses-pengapuran-lele

Sumber: google.com

Proses pemgapuran ini dilakukan untuk menyeimbangkan tingkat keasaman dan sekaligus membasmi mikroorganisme patogen yang mengendap di dasar kolam. Jenis kapur yang dapat digunakan yaitu bernama dolomit atau kapur tohor. Cara penggunaannya yaitu dengan cara di tebar dengan merata pada permukaan kolam, setelah itu balikan tanah tersebut agar zat kapur dapat meresap hingga kebagian dalam tanah. Dosis yang dibutuhkan yaitu sekitar 250-750 gram/m² atau juga tergantung dari seberapa tinggi tingkat keasaman tanah tersebut, maka jika tingkat keasaman tanah semakin tinggi maka semakin banyak zat kapur yang dibutuhkan.

Kemudian langkah selanjutnya yaitu proses pemupukan. Di dalam proses pemupukan ini sebaiknya dilakukan dengan menggunakan jenis pupuk perpaduan antara pupuk organik yang ditambah dengan pupuk urea dan TSP, perpaduan dari kedua jenis pupuk ini harus seimbang takarannya yang disesuaikan dengan luas kolam yang digunakan. Untuk jenis pupuk organik yang baik yaitu seperti pupuk kandang dan juga pupuk kompos dengan dosis rata-rata sekitar 250-500 gram/m², sedangkan untuk jenis pupuk kimianya yaitu urea dan juga TSP masing-masing berjumlah sekitar 15 gram dan 10 gram/m². Proses dari pemupukan ini bertujuan untuk menutrisi tanah agar5 ditumbuhi biota air yang dapat dimanfaatkan untuk pakan alami ikan lele nantinya setelah penebaran benih seperti plankton, cacing dan biota air lainnya.

Pengaturan Air Kolam

pengaturan-air-kolam-lele

Sumber: google.com

Ketinggian air yang baik untuk kola ikan lele yaitu sekitar 100-120 cm, proses pengisian air kolam sebaiknya dilakukan sedikit demi sedikit secara bertahap mulai dari 30-40 cm dulu. Kemudian biarkan kolam terpapar sinar matahari secara langsung hingga menembus permukaan kolam, biarkan selama 1 minggu. Setelah itu, benih ikan lele yang sudah kita siapkan siap untuk ditebar dan selanjutnya volume air kolam bisa ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan umur ikan lele tersebut sampai dengan ketinggian air yang ideal.

Pemilihan Benih Ikan Lele

pemilihan-benih-ikan-lele

Sumber: google.com

Tingkat keberhasilan dalam beternak atau budidaya ikan lele ini dapat ditentukan dari awal pembenihan dengan benih yang berkualitas. Terdapat beberapa jenis ikan lele yang populer dibudidayakan di Indonesia, salah satu jenis ikan lele yang sangat kami rekomendasikan untuk menunjang keberhasilan budidaya ikan lele yaitu jenis Sangkuriang. Untuk mendapatkan benih ikan lele sangkuriang yang berkualitas baik, maka anda bisa memperoleh benih dengan cara pembenihan atau membeli benih ikan lele dari peternak lain yang sudah terpercaya dan berpengalaman lama dalam pembenihan.

Ciri-ciri benih ikan lele unggulan dapat dikenali dari beberapa hal, yaitu :

  • Bertubuh sehat
  • Berukuran 5-7 cm
  • Pergerakannya lincah
  • Tidak cacat
  • Terbebas dari penyakit
  • Memiliki pergerakan renang yang baik

Proses Penebaran Benih

proses-penebaran-benih

Sumber: google.com

Sebelum memulai menebarkan benih ke kolam tanah, sebaiknya benih ikan dilakukan penyesuaian terlebih dahulu dengan kondisi air pada kolam tanah agar bisa beradaptasi dengan baik. langkah-langkah yang harus dilakukan yaitu siapkan wadah seperti baskom, ember atau jolang. Lalu isi dengan air yang diambil dari kolam tanah yang akan dijadikan sebagai habitat barunya. Diamkan terlebih dahulu benih di dalam wadah yang berisi air kolam tanah selama minimal 15 menit, lalu tabur benih dengan cara memiringkan wadah pada permukaan kolam dan biarkan ikan-ikan menyebar dengan sendirinya. Tingkat kepadatan ikan untuk 200-400 ekor ikan lele dapat ditebar pada kolam berukuran 1 meter persegi dan berlaku kelipatannya.

Pemberian Pakan

pemberian-pakan-lele

Sumber: google.com

Ikan lele adalah jenis hewan karnivora, pakan yang baik untuk ikan lele haruslah mengandung beberapa kandungan nutrisi seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan juga mineral. Untuk jenis pakan berupa pelet atau pakan pabrikan rata-rata sudah memiliki takaran nutrisi yang pas sesuai dengan kebutuhan ikan setiap harinya, namun pakan yang dijual dipasaran pun memiliki kualitas dan harga yang bervariasi dan pastikan jangan membeli pakan yang sudah kadaluarsa.

Selain memperhatikan kualitas pakan yang diberikan, kita juga perlu memperhatikan jadwal dan jumlah pakan yang diberikan setiap harinya. Secara umum, ikan lele memerlukan asupan pakan sekitar 3-6% dari total berat tubuhnya. Sebagai contoh, jika ikan lele yang kita budidayakan memiliki berat rata 50 gram per ekor, maka pakan yang butuhkan yaitu sekitar 2,5 gram (5% dari bobot tubuh). Dan setiap 1 minggu sekali, ambil 1 ekor ikan lele lalu timbang berat tubuhnya dan sesuaikan pemberian pakan untuk minggu selanjutnya. Ulangi setiap satu minggu sekali untuk mengontrol berat tubuh dan kebutuhan pakan hariannya.

Pemberian pakan sebaiknya dilakukan antara 4-6 kali dalam sehari atau disesuaikan dengan nafsu makan ikan lele tersebut. Sedangkan waktu pemberian pakan sebaiknya dilakukan pada pagi, siang, sore dan malam hari.

Waktu Panen Ikan Lele

waktu-panen-lele

Sumber: google.com

Ikan lele mulai dapat di panen setelah ikan berukuran 9-12 ekor per kg. Ukuran tersebut dapat dicapai dalam jangka waktu 3-4 bulan dari yang asalnya benih berukuran 5-7 cm, namun jika ikan lele untuk keperluan ekspor biasanya harus sudah mencapai 500 kg/ekor. Pada saat akan dipanen, pastikan 24 jam sebelum dipanen ikan tidak diberi pakan agar pada saat diangkut tidak mengeluarkan kotoran.

Bagaimana, apakah anda tertarik untuk mencoba budidaya ikan lele?

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai cara budidaya ikan lele yang mudah, semoga informasi diatas dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi anda semua.

Selamat Mencoba dan Semoga Berhasil.

Incoming search terms:

  • ternak lele 2017
  • budidaya lele terbaru
  • budidaya lele 2017
  • dunia lele
  • budidaya ikan lele cepat panen
  • Budidaya ikan lele
  • cara budidaya ikan lele di kolam tanah
  • ternak lele cepat panen
  • cara budidaya lele terbaru
  • cara budidaya ikan lele cepat panen
/* */