Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Dunia Ikan

8 Cara Budidaya Udang Vaname Secara Tradisional

budidaya udang vaname

budidaya udang vaname

Budidaya udang vaname – Udang vaname adalah jenis udang konsumsi yang sering diperjual belikan dipasar. budidaya udang vaname bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan cara tradisional dan modern. Namun pada artikel kali ini kami akan lebih dulu mengulas tentang cara budidaya udang vaname secara tradisional. Udang vename memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan jenis udang lainnya, karena udang jenis ini memiliki pertumbuhan yang cepat, tahan terhadap serangan penyakit dan juga mudah dalam pemeliharaannya.

Proses pemeliharaan udang vename ini cukup singkat, yaitu hanya sekitar 100 sampai dengan 110 hari saja. Maka, bagi anda yang ingin belajar udaha budidaya udang, udang jenis nvename ini sangat cocok untuk anda yang masih pemula. Bagi anda yang tertarik untuk belajar budidaya udang vaname, kami akan membagikan panduan lengkap cara budidaya udang vaname secara tradisional dibawah berikut ini.

Cara Budidaya Udang Vaname Secara Tradisional

Dalam melakukan budidaya udang vaname secara tradisional, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, yaitu :

  1. Persiapan Tambak

Langkah pertama Budidaya Udang Vaname yang perlu anda lakukan yaitu dengan mempersiapkan tambak, lakah ini sangat penting dalam memulai usaha budidaya udang vaname. Dengan mempersiapkan lahan berupa tambak yang baik akan menghasilkan panen udang yang berkualitas.

Langkah awal yang perlu dilakukan dalam mempersiapkan tambak yaitu dengan melakukan proses pengeringan tambak selama satu minggu, hal ini dilakukan dengan tujuan agar dasar tanah pada tambak pecah-pecah untuk menghilangkan siklus dari virus dan penyakit yang berada dalam tanah (pathogen) dan bertujuan untuk menurunkan kadar gas beracun dalam tanah (H2S).

Setelah itu, lakukan proses pembalikan tanah pada dasar tambak. Hal ini bertujuan agar lumut air atau fitoplankton dapat hidup dan berkembang biak yang nantinya bisa dijadikan sebagai pakan alami untuk udang vename. Selain itu, perlu juga dilakukan pengukuran terhadap kadar pH tanah, apabila pH kurang dari 6,5, tentunya perlu dilakukan proses pengapuran.

  1. Pemupukan Dan Pengairan

Langkah selajutnya yang juga sangat penting untuk dilakukan yaitu dengan melakukan pemupukan sebelum tambak diisi air, dimana proses pemupukan ini dilakukan sebaiknya dilakukan setelah dilakukan pengeringan dan pengapuran. Jenis pupuk yang digunakan pada tambak yaitu bisa menggunakan pupuk urea sebanyak 150 kg untuk luas tambak 1 hektar, anda juga bisa menambahkan pupuk kandang sesuai kebutuhan. Setelah dilakukan proses pemupukan, diamkan tambak selama 1 minggu sebelum dilakukan pengisian air.

Selanjutnya, lakukan pengisian air dan gunakan air asin. Hanya saja jenis udang vename ini adalah ejnis udang yang berasal dari air payau, atau biasa hidup pada air yang memiliki kandungan garam namun untuk jenis udang vename ini tidak memerlukan kadar garam yang terlalu tinggi. Kadar garam yang ditoleransi untuk udang vename ini agar jenis udang ini bisa tetap nyaman yaitu berada pada kisaran 10-20%. Pada kisaran ini, pertumbuha  udang vename tersebut bisa tumbuh dengan cepat dan optimal.

Selain memperhatikan kadar garam pada air tambak, ada beberapa hal penting lainnya yang juga sangat penting untuk diperhatikan dalam melakukan budidaya udang vaname. Yaitu :

  • Suhu Air

Usahakan suhu air tambak yang digunakan untuk budidaya udang vaname ini tidak terlalu rendah dan juga tidak terlalu tinggi, biasanya suhu air yang dapat membuat udang vename tetap merasa nyaman yaitu berkisar antara 26 sampai dengan 30 derajat celcius. Jika kurang  atau lebih dari angka tersebut akan mempengaruhi pertumbuhan udang dan bahkan dapat menyebabkan kematian masal pada udang-udang tersebut.

Selamat Datang di Duniaikan.com

Kl1k Tanda(x) 2 Kali Untuk Tutup

Terimakasih Telah Berkunjung:*
  • Tingkat Keasaman Air

Hal penting berikutnya yang perlu diperhatikan dalam melakukan budidaya udang vaname yaitu tingkat keasaman air atau lebih dikenal dengan sebutan pH air. Jenis udang vename ini biasa hidup di dalam air yang memiliki tingkat pH air antara 7,5 hingga 8,5, jika kurang atau lebih dari angka tersebut dapat membuat udang merasa tidak nyaman, sedanhkan tingkat oksigen yang dibutuhkan dalam air tambak sebaiknya lebih tinggi dari 3 ppm.

  1. Pemilihan Benih atau Bibit

Setelah tambak sudah di isi dengan air, maka langkah selanjutnya yaitu sudah saatnya dilakukan penebaran benih udang vename. Pastikan jenis benih yang digunakan benih berkualitas yang sudah bersertifikasi, lakukan pemilihnan bibit udang yang sehat, tidak cacat, memiliki pergerakan yang lincah, memiliki kemampuan untuk melawan arus, memiliki insang yang sudah berkembang dan ukuran benih udang yang seragam.

  1. Penebaran Benih

Sebelum dilakukan proses penebaran benih ke dalam tambak, sebaiknya diamkan dulu benih udang vename ini di dalam wadah berisi air yang di ambil dari tambak. Apungkan wadah tersebut di dalam tambak selama kurang lebih 30 menit, kemudian miringkan sedikit dan biarkan udang keluar dengan sendirinya ke dalam tambak. Hal ini bertujuan agar udang dapat beradaptasi terlebih dahulu sebelum ditebar ke tambak. Lakukan penebaran benih ini di pagi hari atau di malam hari.

  1. Pemberian Pakan

Jenis pakan yang paling dianjurkan untuk diberikan pada udang vename ini yaitu pakan jenis pellet yang memiliki kandugan protein 30%, jumlah pakan yang diberikan dapa disesuaikan dengan umur dan juga berat udang dan juga masa pertumbuhan udang. Pemberian pakan sebaiknya dilakukan 2-3 kali sehari. Selain itu, jumlah dari pakan yang diberikan juga dapat disesuaikan dengan kondisi tanah dan air pada tambah serta kondisi kesehatan udang.

  1. Pemeliharaan

Pada tahap pemeliharaan udang vename ini, kita harus sangat teliti karena faktor inilah yang dapat menentukan tingkat keberhasilan dari melakukan usaha budidaya vaname. Kegagalan dalam budidaya udang vanamei yaitu sering disebabkan oleh karena tingkat keasinan atau kadar garam yang terkandung di dalam air (salinitas). Salinitas air tambak yang baik yaitu miliki kadar 10-25 ppt. Selain itu, lakukan juga pengontrolan kadar pH air dan juga pH tanah secara berkala. Jika kadarnya kurang dari 6,5 sebaiknya dilakukan proses pengauparan tambahan.

Setelah umur udang sekitar 60 hari, kita perlu melakukan pemeriksaan kembali ketinggian air dan lakukan pengisian air dengan salinitas air seperti yang telah disebutkan diatas apabila ketinggian air berkurang akibat terjadinya proses penguapan.

  1. Pengendalian Penyakit

Hal yang paling ditakuti oleh para petani tambak udang yaitu penyakit yang sering menyerang, sehingga sangat diperlukan pengendalian penyakit yang dilakukan dengan tepat. Pengendalian penyakit pada udang bisa dilakukan bersamaan dengan pembibitan dan juga pemeliharaan. Jika dilakukan pemeliharaan dengan baik, maka udang akan terhindar dari resiko terkena penyakit. Selain itu, tidak kalah penting juga untuk dilakukan pemeriksaan terjadi fisik udang ke laboratorium.

  1. Pemanenan

Tahap terakhir dalam melakukan budidaya udang vaname yaitu proses pemanenan, pemanenan udang vename ini dilakukan jika udang sudah berumur 60-90 hari berdasarkan hitungan hari, bobot dari udang sudah mencapai minimal 50 ekor per kilogram sudah dapat dilakukan pemenanan. Meski demikian, pemanenan juga bisa dilakukan sesuai permintaan pasar.

Baca Juga:

Bagaimana, tertarik untuk belajar budidaya udang vaname?

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini tentang cara budidaya udang vaname secara tradisional, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi anda semua.

Selamat mencoba dan semoga berhasil.

8 Cara Budidaya Udang Vaname Secara Tradisional | Dolpin | 4.5
/* */