Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Dunia Ikan

Cara Budidaya Ikan Patin Paling Sukses dan Mudah

Cara Budidaya Ikan Patin

Cara Budidaya Ikan Patin

Cara Budidaya Ikan PatinUsaha budidaya ikan patin umumnya terdiri dari dua metode yaitu metode pembenihan dan juga pembesaran untuk menghasilkan ikan patin konsumsi. Kali ini, Duniaikan.com akan membahas mengenai cara budidaya ikan patin secara lengkap mulai dari metode pembenihan hingga metode pembesaran.

Cara Mudah Budidaya Ikan Patin Bagi Pemula

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, maka dibutuhkan pemahaman yang cukup dalam membudidayakan ikan patin. Bagi anda yang masih tahapan belajar atau pemula, mungkin panduan cara budidaya ikan patin berikut ini dapat bermanfaat untuk anda semua.

Tahap Pembibitan Ikan Patin

Pembibitan Ikan Patin

Pembibitan Ikan PatinPembibitan Ikan Patin

Proses pembibitan ini dilakukan untuk menghasilkan benih ikan patin berkualitas dan memiliki pertumbuhan yang baik pada saat dilakukan pembesaran. Berikut ini merupakan beberapa persiapan yang harus dilakukan untuk menghasilka benih ikan patin unggulan yang berkualitas, yaitu :

  1. Tahap Pemilihan Calon Indukan Ikan Patin
Tahap Pemilihan Calon Indukan Ikan Patin

Tahap Pemilihan Calon Indukan Ikan Patin

Sebelum dilakukan pemijahan, calon indukan pati sebaiknya dipelihara terlebih dahulu dengan sistem pemeiliharaan secara intensif. Selama indukan dipelihara, pastikan indukan diberi jenis pakan khusus dengan kandungan protein tinggi. Selain itu, indukan juga harus diberi rucah dua kali dalam seminggu dengan jumlah 10% dari total bobot ikan. Hal ini bertujuan untuk mempercepat proses kematangan gonad.

Baca juga:

Berikut ini ciri-ciri ikan patin yang siap dipijahkan, yaitu :

Indukan Betina dan jantan

Indukan Betina dan jantan

a. Indukan Ikan Patin Betina

  • Berumur 3 tahun dengan bobot 1,5-2 kg
  • Perut ikan membesar dengan posisi mengarah ke anus
  • Jika diraba, perut ikan terasa empuk dan halus
  • Kloaka berwarna merah dan bengkak
  • Kulit perut terasa lembek dan tipis
  • Jika ditekan pada kloaka akan mengeluarkan telur

b. Indukan Ikan Patin Jantan

  • Ikan berumur minimal 2 tahun dengan bobot sekitar 1.5-2 kg
  • Pada kulit perutnya terasa lembek dan tipis
  • Jika perutnya diurut ke bawah, maka akan mengeluarkan cairan sperma berwarna putih
  • Kelamin terlihat bengkak dan berwarna merah tua
  1. Tahap Mempersiapkan Hormon Perangsang Ikan Patin
Tahap Mempersiapkan Hormon Perangsang Ikan Patin

Tahap Mempersiapkan Hormon Perangsang Ikan Patin

Hormon perangsang ini dapat dibuat dari kelenjar hipofise ikan mas, kelenjar hipofise inidapat kita temukan di bagian dalam otak ikan mas yang memiliki ciri berwarna putih dan berukuran kecil. Ambil kelenjar ini dengan hati-hati dengan menggunakan piset, lalu masukan pada tabung kecil lalu haluskan dengan cara di tumbuk. Setelah itu, campur dengan air murni (aquades) yang dapat diperoleh di apotik terdekat.

  1. Tahap Pengkawinan Ikan Patin
Tahap Pengkawinan Ikan Patin

Tahap Pengkawinan Ikan Patin

Jika hormon perangsang telah disiap, lalu ambil dengan menggunakan jarum suntik kemudian suntikan pada bagian punggung ikan patin betina. Selanjutnya, ikan patin pun siap untuk dipijahkan. Setelah dilakukan metode kawin suntik ini, maka indukan patin betina akan terangsang untuk mengeluarkan telur-telurnya dan selanjutnya akan dibuahi oleh indukan patin jantan.

  1. Tahap Penetasan Telur Ikan Patin
Tahap Penetasan Telur Ikan Patin

Tahap Penetasan Telur Ikan Patin

Setelah telur-telur tersebut dibuahi, maka biasa telur akan menetas dalam jangka waktu 4 hari. Selama proses penetasan berlangsung, periksa kualitas dan kondisi air.

  1. Tahap Perawatan Larva Ikan Patin
Tahap Perawatan Larva Ikan Patin

Tahap Perawatan Larva Ikan Patin

  • Setelah semua telur menetas dan menjadi larva, maka segera pinsahkan larva tersebut pada akuarium yang berisi air sumur dan dilengkapi dengan aerator. Kepadatan benih di akuarium dapat mencapai 500 ekor untuk akuarium berukuran 80 x 45 cm.
  • Agar suhu akuarium tetap terjaga dengan baik, maka pasangkan heater pada akuarium.
  • Benih atau larva yang baru berumur 1 hari tidak perlu diberi pakan, karena mereka telah membawa makanan cadangan di dalam tubuhnya berupa kuning telur atau yolk sac.
  • Setelah larva berumur 3 hari, larva harus diberi pakan tambahan berupa emulsi dari kuning telur ayam yang telah direbus. Selanjutnya setelah larva cukup besar bisa diberi pakan tambahan berupa makanan hidup seperti jentik nyamuk atau kutu air.
  1. Tahap Pendederan Ikan Patin
Tahap Pendederan Ikan Patin

Tahap Pendederan Ikan Patin

Pada tahapan ini, waktunya benih ikan patin di pindahkan ke kolam tebar atau kolam bak dengan dasar tanah/lumpur. Pemilihan media kolam tanah ini bertujuan agar benih ikan patin bisa mendapatkan pakan alami berupa plankton dan tanaman air.

Selamat Datang di Duniaikan.com

Kl1k Tanda(x) 2 Kali Untuk Tutup

Terimakasih Telah Berkunjung:*
  1. Tahap Pemanenan Benih Ikan Patin
Tahap Pemanenan Benih Ikan Patin

Tahap Pemanenan Benih Ikan Patin

Benih ikan patin sudah siap panen setelah ukurannya sesuai dengan permintaan, namun untuk pembesaran biasaya benih yang digunakan berukuran 10-20 cm.

Tahap Pembesaran Ikan Patin

Pembesaran Ikan Patin

Pembesaran Ikan Patin

Budidaya ikan patin pada metode pembesaran ini dilakukan untuk menghasilkan ikan patin konsumsi. Ikan patin siap konsumsi biasanya berukuran 500-1 kg tergantung dari permintaan pasar. Biasanya pada usia 6 bulan, ikan patin bisa mencapai bobot 600-700 kg/ekor. Untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal, cara budidaya ikan patin ini dilakukan pada media kolam tanah/lumput dengan sirkulasi air yang baik dan tercukupi. Namun tidak sedikit juga yang menggunakan media kolam semen/tembok dengan air tenang, namun penting untuk diperhatikan bahwa pastikan air pada media kolam tembok dengan air tenang harus tetap terjaga kualitasnya.

Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan dalam budidaya ikan patin dengan metode pembesaran, yaitu :

  1. Pemupukan Ikan Patin
Pemupukan Ikan Patin

Pemupukan Ikan Patin

Budidaya ikan patin dengan media kolam tanah/lumpur sebaiknya sebelum dilakukan penebaran, kolam ikan harus dilakukan pemupukan terlebih dahulu. Pemupukan ini dilakukan untuk menghasilkan pakan alami untuk benih ikan patin nantinya, caranya yaitu dengan menebarkan pupuk organik pada permukaan dasar kolam yang sebelumnya telah dikeringkan terlebih dahulu selama 1 minggu. Pupuk yang digunakan yaitu pupuk kandang atau pupuk kompos dengan dosis 1-2 ton/hektar, untuk skala kecil tinggal dibagikan saja. setelah dilakukan pemupukan, diamkan selama 1 minggu dan lakukan pemupukan kembali dengan menggunakan pupuk kimia untuk menutrisi berbagai mahluk air pada dasar kolam. Diamkan lagi salam 2-3 hari sebelum dilakukan pengairan.

Setelah itu, aliri air pada kolam secara bertahan sampai ketinggian 20 cm, diamkan selama 2-3 hari dan aliri kembali hingga batas normal sekitar 80-100 cm. Benih ikan patin pun siap untuk ditebar. Sebelum benih ditebar, masukan diamkan dulu selama 30 menit-1 jam di dalam ember berisi air kolam. Kemudian lakukan proses penebaran secara perlahan dengan memasukan ember pada kolam dan memiringkannya, biarkan ikan patin keluar dengan sendirinya tanpa kita tumpahkan untuk mencegah ikan patin mengalami stres.

  1. Pemberian Pakan Ikan Patin
Pemberian Pakan Ikan Patin

Pemberian Pakan Ikan Patin

Pada awal penebaran, ikan patin tidak perlu diberi pakan dahulu selama 3 hari, biarkan ikan patin memakan pakan alami yang telah tersedia. Selanjutnya, pemberian pakan dapat dilakukan 3 kali sehari dengan takaran 30% dari bobot tubuhnya. Setelah 2 minggu lakukan pengecekan pada bobot ikan patin dengan cara menangkapnya dan timbang, lalu pemberian pakan bisa ditingkatkan sesuai dengan bobot tubuhnya. ulangi setiap 2 minggu sekali hingga tiba masa panen.

  1. Penanganan Hama dan Penyakit Ikan Patin
Penanganan Hama dan Penyakit Ikan Patin

Penanganan Hama dan Penyakit Ikan Patin

Hama dan penyakit memang masalah yang selalu dialami oleh para petani dalam membudidayakan ikan patin. Hama yang sering mengintai yaitu hama pemangsa seperti kucing, anjing, angsa dan lain sebagainya. Cara mencegahnya yaitu dengan memasang pembatas atau penghalang agar hama pemangsa tidak dapat masuk. Sedangkan untuk melakukan penanganan penyakit, kita bisa membeli obat-obatan khusus untuk ika patin sesuai dengan jenis penyakit yang menyerang. Namun biasanya, penyakit yang menyerang ikan patin tidak menular, sehingga anda tidak perlu khawatir akan mengganggu ikan lainnya.

  1. Masa Panen Ikan Patin
Masa Panen Ikan Patin

Masa Panen Ikan Patin

Dalam budidaya ikan patin, ikan patin yang sudah siap panen biasanya berukuran 500-1kg per ekor, namun anda juga dapat menyesuaikannya dengan permintaan pasar. Namun sebaiknya bobot ikan tidak lebih dari 1 kg, karena pada umur tersebut konsumsi pakan lebih tinggi yang tentunya biaya pembelian pakan juga karena semakin tinggi.

Itulah penjelasan sederhana mengenai cara mudah budidaya ikan patin, semoga apa yang kami sampaikan diatas dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan anda semua.

Selamat mencoba dan semoga berhasil 😀

Incoming search terms:

  • budidaya ikan patin
  • ternak patin
  • ternak ikan patin
  • budi daya ikan patin
  • cara membudidayakan ikan patin
  • bagaimana pembudidayaan ikan patin
  • ikan patin com
  • ternakpaten
  • cara ternak ikan patin
  • cara ternak ikan fatin
Cara Budidaya Ikan Patin Paling Sukses dan Mudah | Dolpin | 4.5
/* */